AKU DAN KAMU DIAM. DIAM-DIAM BERBICARA LEWAT MATA.

Sabtu, 20 Oktober 2012

sepertinya aku mencintaimu.

awalnya matamu dan senyummu tak berarti apa-apa bagiku. sapa lembutmu, tutur katamu, bukan menjadi alasan senyumku setiap harinya. semua mengalir begitu saja, kita tertawa bersama, kita menghabiskan waktu bersama, tanpa tahu bahwa cinta diam-diam menyergap dan menyeringai santai dibalik punggungmu dan punggungku. kita saling bercanda, menertawakan diri sendiri, tanpa tahu bahwa rasa itu menelusup tanpa ragu dan mulai mengisi labirin hatiku yang sudah lama tak diisi oleh seseorang yang spesial.

tatapan matamu, mulai menjadi hal yang tak biasa dimataku. caramu mengungkapkan pendapat, tak lagi menjadi hal yang kuhadapi dengan begitu santai, renyah suara tawamu menghipnotis bibirku untuk melengkungkan senyum manis. aku tau semua berubah menjadi begitu indah, sejak pembicaraan yang sederhana menjadi pembicaraan spesial yang begitu menyenangkan bagiku. aku bertanya ragu, inikah kamu yang mampu membuatku melamun sepanjang waktu?

tanpa kusadari, namamu sering kuselipkan dalam baris-baris doa. diam-diam aku senang menulis tentangmu, terseyum tanpa sebab sambil menjentikkan jemariku. tanpa kesengajaan kau hadir dalam mimpiku, memelukku dengan erat dan hangat, sesuatu yang belum tentu kutemukan dalam dunia nyata saat aku terbangun nanti. hari-hariku kini terisi oleh hadirmu, laju otakku kini tak mau berhenti memikirkanmu, aliran darahku menggelembungkan namamu dalam setiap tetes hemoglobinnya. berlebihankah? bukankah makhluk Tuhan selalu bertingkah berlebihan ketika sedang jatuh cinta?

saat menatapmu, ada kata-kata yang sulit keluar dari bibirku. saat mendengar sapa manjamu, tercipta rasa yang begitu lemah untuk kutunjukkan walaupun aku sedang berada bersamamu. aku lumpuh dan bisu, saat menatap matamu apalagi mendengar suaramu. aku membiarkan diriku jatuh dalam rindu yang mengekang dan membuatku sekarat. aku membiarkan diriku tersiksa oleh angan yang kau ciptakan dalam magisnya kehadiranmu. astaga Tuhan, ciptaanMu yang satu ini membuatku pusing tujuh keliling!

sepertinya aku mencintaimu...

pada setiap percakapan kecil yang berubah menjadi perhatian sederhana yang kau perlihatkan padaku.

sepertinya aku mencintaimu...

dengan kebisuan yang kau sampaikan padaku, kita hanya berbicara lewat tatapan mata, kita hanya saling mengungkapkan lewat sentuhan-sentuhan kecil.

sepertinya aku mencintaimu...

karena aku sering merindukanmu, karena aku bahkan tak tau mengapa aku begitu menggilaimu.

sepertinya aku mencintaimu...

kepada kamu, yang masih saja tak mengerti perasaanku.


(karya: dwitasari)

Sabtu, 22 September 2012

suatu saat nanti

Hari terus berganti , memaksaku menjadi seseorang yang lebih dewasa. Tidak terasa tahun depan aku akan menjadi seorang mahasiswa , tapi jiwa dan hatiku masih terbilang lemah. Aku masih ingin bebas seperti sekarang , pelajar SMA yang menyenangkan. Aku masih ingin bersenang senang, belum mau pusing memikirkan hal ini hal itu yang membuatku benci menjadi dewasa. Mungkin sekarang aku belum siap, tapi aku ingin membahagiakan mereka , orangtuaku. Sejak kecil aku diasuh dan dididik agar menjadi orang yang berguna . sesulit apapun , mereka tetap berusaha keras memenuhi kebutuhan dan keinginanku. Sedangkan aku? Terkadang kejam kepada orangtuaku. Meminta yang aku inginkan dengan paksa , pernah membuat mereka kecewa. Dan sekarang aku harus mengganti kesusahan mereka , aku harus membalas kebaikan mereka. Mungkin seluruh isi jagat raya ini belum cukup untuk membayar jasa mereka , tetapi aku akan membayar dengan usahaku . Usaha untuk menjadi orang yang mereka harapkan disuatu saat nanti :-')

Minggu, 26 Agustus 2012

...

Tuhan.
aku bingung.
semuanya tak bisa menopangku.
aku sakit tapi tak berdarah.
aku terluka, Tuhan.
terluka karna mereka.
semua orang yang tak bisa menerimaku.
semua orang yang mencaci maki diriku.
tak bisa mereka rasakan rasanya jadi aku.
tak bisa mereka tau pengorbananku.
aku ingin bahagia disuatu saat nanti.
dimana dunia sudah berpihak padaku.
dan kalian akan menangis dihadapanku seraya berkata "maafkan kami yang pernah menyakitimu dulu"

Minggu, 08 Juli 2012

harapan itu bukan fakta!

aku itu bukan seorang penulis hebat dan terkenal. aku itu bukan orang yang sempurna dan tak pernah bersalah. tapi , bolehkah jika aku masih ingin bercerita tentangmu dengan laptopku? bolehkah aku masih memanggilmu dalam tidurku? dan bolehkah aku tetap menyimpan namamu dalam hatiku?

memang selama ini aku hanya bersembunyi dibalik rasaku sendiri padamu, entah kenapa aku tak berani mengatakan sepatah duapatah kata yang ingin kuberi tau padamu. aku takut , aku takut jika kamu sudah tau , kamu malah tak mau mengenalku.

ingatkah kamu awal perkenalan dan perjumpaan kita? sejuta kata tak mampu aku lukiskan , menatap senyummu adalah kebahagiaan untukku. menyentuh jemarimu adalah getar-getar cintaku. tapi kenapa mulut ini tetap diam? seakan ada lem yang menempel membuat aku tak bisa membuka mulutku untuk mengatakan bahwa ada rasa aneh yg aku rasakan padamu , bahwa ada rasa takut kalau kamu akan meninggalkanku.

aku mohon , tolong percayalah dan yakinlah pada semua ini. aku tak minta banyak hal, aku hanya ingin kau mengatakan rasa yang sama padaku. aku ingin kau berani mengungkapkanya. aku ingin kau bukan sebagai orang yang memberi harapan harapan kosong !! jika aku tau bahwa kebaikanmu selama ini hanyalah sebuah harapan yang tidak pernah usai, kenapa kau tak bunuh saja aku? kenapa kau biarkan aku menderita karna sebab cintamu? lebih baik hatiku mati dari sekarang daripada sakit terlalu lama.


taukah kamu? hatiku sudah sering sakit dari beberapa orang yang berbeda. mereka memaksa aku menahan sakit itu. apa kau mau memkasaku juga untuk merasakannya? apa kau mau aku terlihat menangis dihadapanmu? sebodoh-bodohnya orang yang pernah sakit hati, dia tidak akan mau jatuh lagi. begitupun aku, daripada kamu pelan-pelan membuat hatiku sakit bahkan mati, lebih baik aku pergi , pergi dari hidupmu juga kenanganmu. terimakasih karna kau pernah memberi cinta walau aku tau itu hanya sebuah harapan yang kurasa , bukan fakta.

Minggu, 17 Juni 2012

hilang.

cinta....
kenapa kau tinggalkan aku?
takkan ada cinta seperti dirimu lagi.
saat aku sendiri engkau malah semakin jauh.

cinta.....
kau buat aku terpuruk dalam kesendirianku ini.
mengapa semua ini harus terjadi?
perpisahan ini menghancurkanku.

sayang....
sungguh aku menyayangimu.
merindukanmu membuat aku menangis.
aku begitu ingin kau memelukku untuk yg terakhir kalinya.
tapi kau malah membuat aku menangis.

aku masih sangat menyayangimu..
walaupun aku tau kau takkan pernah perduli.

aku masih merindukanmu..
walaupun aku tau kau terus jauhi aku.

aku takkan sanggup menghapus segala bayangmu.
tapi kini aku relakan kau pergi dariku.
dan aku menangis lagi, karna hatiku terluka dan perih.


setelah kepergianmu, kini hariku menjadi berubah .
hari yang biasa ku jalani dengan kesenangan ,
tlah berubah menjadi keputus asaan.

kegembiraan yg dulu aku rasakan saat memilikimu,
tlah berubah menjadi kesedihan karna kehilanganmu.

mengapa aku harus merasakan semua ini?
mengapa diriku tak pernah bisa melupakanmu?
mengapa hanya dirimu yg slalu ada dalam pikiranku?
mungkin, salahku juga yg telah mencintaimu sepenuh hatiku.
hingga menjadi seperti ini.

kini aku harus bangkit.
melupakan semua tentangmu.
walaupun tak mudah untuk melupakanmu,
aku akan selalu mencoba sebisaku :')

aku tak minta banyak hal, Tuhan.

Tuhan..selamat pagi, atau selamat siang, dan selamat malam. aku tak tahu di surga sedang musim apa, penghujan atau kemaraukah? ataukah musim sekarang sedang turun salju? mungkin, kalau aku sudah cukup dewasa dan sudah bisa menghasilkan uang sendiri, aku akan bisa menyaksikan salju, dengan mata kepalaku sendiri.

aku tau Kamu tak pernah sibuk, aku tau Kamu selalu mendengar isi hatiku meskipun Kamu tak segera memberi pukpuk dibahuku. aku tak perlu curiga padaMu, soal mendengar doaku atau tidak. aku percaya telingaMu selalu tersedia untuk siapapun yang percaya padaMu. aku yakin pelukanMu selalu terbuka bagi siapapun yang lelah pada dunia yang membuatnya menggigil. aku mengerti tanganMu selalu siap menyatukan kembali kepingan-kepingan hati yang telah patah.

masih tentang hal yang sama, Tuhan. aku belum ingin ganti topik. tentang dia. seseorang yang selalu ku perbincangkan sangat lama bersamaMu. seseorang yang selalu kusebut dalam setiap frasa kata ketika aku bercakap panjang denganMu.

aku sudah tahu, perpisahan yang Kau ciptakan adalah sesuatu yang terbaik untukku. aku mengerti kalau Kamu sudah mempersiapkan seseorang yang jauh lebih baik darinya. tapi.... bukan berarti aku harus absen menyebut namanya dalam doaku bukan?

nah... kalau yang ini, aku juga sudah tahu. dia sudah menemukan penggantiku, entah lebih baik atau lebih buruk dariku. atas alasan apapun, aku harus turut bahagia mendengar berita itu, karena ia tak perlu merayakan kesedihannya seperti yang aku lakukan beberapa terakhir ini. seiring mendapatkan penggantiku, ia tak perlu merasa galau ataupun merasa kehilangan. sungguh... aku tak pernah ingin dia merasakan sakit hati seperti yang kurasakan, Tuhan. aku tak pernah tega melihat kecintaanku terluka seperti luka yang belum juga kering didadaku. aku hanya ingin kebahagiaannya terjamin olehMu, tanpaku.

tolong kali ini jangan tertawa, Tuhan. aku tentu saja menangis, dadaku sesak ketika tahu semua berlalu begitu cepat. bukannya ingin berpikiran negatif, tapi ternyata setiap manusia mempunyai topengnya masing masing. ia berganti ganti peran sesukanya. sementara aku belum cukup cerdas untuk mengerti wajah dan kenampakan aslinya. aku hanya melihat segala hal yang ia tunjukkan padaku, tanpa pernah tahu apa yang sebenarnya ada dalam hatinya. aku tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang. bagaimana hubungannya dengan kekasih barunya. aku tak terlalu ingin mengurusi hal itu. karena aku yakin dia pasti bahagia.


pernah terpikir agar aku terkena amnesia dan melupakan segala sakit yang pernah kurasa. agar aku tak pernah merasa kehilangan dan tak perlu menangisi sebuah perpisahan. rasanya hidup tak akan terlalu rumit jika setiap orang mudah melupakan rasa sakit. namun... aku tau kalau hidup tak bisa seperti itu, Tuhan. harus ada rasa sakit supaya kita tau rasa bahagia. semoga Engkau cepat menyembuhkan sakitku ini.

Tuhan , dari semua percakapanku padaMu, aku hanya ingin meminta bahagia. itu saja. cukup.

Sabtu, 19 Mei 2012

diam-diam merindukanmu

hujan menari-nari perlahan
menggelitik gemas pepohonan
dan angin mendesah
tubuhku menggigil
langit semakin cemas
ia terus-menerus menangis

sementara langkahmu semakin jauh
saat tubuhku yang kedinginan
sempat kau hangatkan dengan jemarimu
demikian sosokmu terasa lenyap
ketika labirin kosong dihatiku
mulai terisi olehmu

janji yang terucap
seakan-akan menguap
cinta yang dulu mengendap
berhembus menjadi uap

kini..
aku seperti tungku yang butuh api
diam-diam merindukanmu dalam sepi

aku sangat kenal bahasa rindu
namun kamu selalu saja tak tahu
padahal kamu penyebab racun didarahku!
terdakwa dari bisik tangisku

dan..
kau pergi ketika semua sudah tertata rapi
ketika peran mimpi dan nyata mulai berganti

(karya dwitasari)

Jumat, 06 April 2012

Mengais Masa Lalu


Kamu selalu mengajariku mengais-ngais masa lalu,
Memaksaku untuk kembali menyentuh kenangan.
Terdampar dalam bayang-bayang yang kau gurat secara sengaja,
Seakan-akan sosokmu nyata menjelma menjadi pahlawan kesiangan yang merusak kebahagiaan.


Dalam kenangan, kau seret aku perlahan.
Menuju masa yang harusnya aku lupakan.
Hingga aku kelelahan, Hingga aku sadar,
bahwa aku sedang dipermainkan.

Inikah caramu menyakitiku?
Inikah caramu mencabik-cabik perasaanku?
Apa dengan melihat tangisku itu berarti bahagia buatmu?
Apa dengan menorehkan luka di hatiku berarti kemenangan bagimu?


Siapa aku di matamu?
Hingga begitu sulit kau melepaskanku dari jeratanmu.


Apakah boneka kecilmu ini dilarang untuk bahagia?
Apakah wayang yang sering kau mainkan ini dilarang untuk mencari kebebasan?
Mengapa kau selalu perlakukan aku seperti mainan?
Kapan kau ajari aku kebebasan?

Ajari aku caranya melupakan!
Meniadakan segala kecemasan,
Meniadakan segala kenangan,
Nyatanya derai air mataku hanya disebabkan olehmu.

Ajari aku caranya melupakan!
Sehingga aku lupa caranya menangis.

Sehingga aku lupa caranya meratap.
Karena sekarang aku lebih kenal air mata.

ku mohon izinkan aku tertawa,
Sehingga hatiku mati rasa akan luka.

(karya dwitasari)

Senin, 27 Februari 2012

Membunuh Masa Lalu.

mataku sembab, menangisimu
setiap kali mengingatmu
sama saja mengundang air mata membasahi pipiku
perkenalan kita yang indah memang tak seindah akhir ceritanya.

aku masih mengingat semua tentangmu
aku masih menyimpan kenangan itu didalam hati ini 
bahkan aku masih memikirkanmu saat ku tahu kau tak lagi memikirkanku
ingin rasanya aku melupakanmu, membuangmu jauh-jauh dalam pikiranku

semudah itu kau datang
semudah itu kau tinggalkan
semudah itu kau mengendalikan hatiku
semudah itu kau merusak dan mengobrak-abriknya

jangan tanyakan mengapa hingga saat ini aku masih merindukanmu
mengapa dalam rentan waktu tanpamu,
aku merasa perasaanku mati seketika .
aku tak dapat membedakan mana tangis dan mana tawa
mana amarah dan mana cinta
dunia semakin terlihat gelap dimataku

bagaimana aku bisa merasa tersiksa jika ku tahu kau bahagia?
mustahil bagiku, mengosongkan otak kiri dan kananku
agar tak ada lagi kamu yang mengisinya.
sulit bagiku saat harus "membunuh masa lalu"
masa dimana ada kamu.
hanya ada KAMU.

(karya dwitasari)

Jumat, 24 Februari 2012

Cinta Dunia Maya, Tak Butuh Logika.

aku tahu sejak awal bahwa cinta kita langka. cinta yang jatuh sempurna pada titik yang tak diduga. cinta yang tercipta dari setiap karakter tulisan yang terbaca. cinta yang menjelma menjadi nyata dan menggerogoti aku dan kamu (kita).

apakah ini bisa disebut cinta? saat hanya namamu ku eja dalam hatiku, walau sekalipun aku belum pernah memandang matamu. apakah ini disebut cinta? saat aku merindukanmu, walaupun jari kita belum saling menggenggam hingga detik ini. apakah ini bisa disebut cinta? saat aku pernah menangisimu bahwa aku tak mau kehilanganmu.

seberapa pentingkah perjumpaan nyata buatmu? kita beradu pandang seakan tak ada sekat dan jarak waktu. aku hanya bisa mereka-reka, seberapa dalam perasaanmu padaku. aku hanya bisa mengira-ngira, seberapa dalamkah virus yang kita sebut cinta itu menggerogoti hati dan pikiranmu. yang aku tahu, cerita kita ada walaupun begitu langka.

mereka menyatakan perjumpaan nyata itu penting dan harus. mereka bilang dunia maya itu abstrak, semua yang ada didalamnya selalu dipertanyakan kenyataannya. tapi, bukankah cinta itu bisa datang darimana saja? bahkan dari jejaring sosial yang terlihat sepele dan mengenaskan itu.



kita memang tak bisa memungkiri keadaan. ada sekat jarak ratusan kilometer yang membatasi aku dan kamu. ada gemerisik rindu yang berteriak keras jelas dalam hatiku untuk segera menemuimu, merasakan sinar matamu, dan hangat jemarimu saat menggenggam celah-celah jemariku.

walaupun kamu jauh, aku tetap bisa menyentuhmu melalui doa. walaupun kamu jauh, aku tetap bisa merasakan rindu yang begitu hebat mengobrak-abrik isi otakku sehingga bayangmu semakin melebar dan membesar. walaupun kamu jauh, kita tetap dapat melihat bulan yang sama, sayangnya aku dan kamu menatapnya dari tempat yang berbeda.

andai kita dapat berjumpa disuatu hari nanti, akan kuceritakan padamu bahwa cinta tak selalu melalui pandangan mata, cinta tak selalu ada karena perkenalan lama, cinta tak selalu tercipta karena perjumpaan nyata, tapi cinta bisa berada dimana saja. bahkan didunia maya, tempat yang kadang tidak diperlukan logika untuk melogiskannya.

(karya dwitasari)

Rabu, 22 Februari 2012

KAMU

aku hanya memperhatikanmu dari sudut dunia maya yang tak tersentuh. aktivitas sehari-harimu ku pantau lewat tulisan bisu yang bernama status facebook dan twitter. hari berganti minggu, sejak kamu pertama kali menambahkan aku sebagai temanmu di facebook dan twitter, sudah seminggu aku memperhatikanmu diam-diam. tanpa berani menyapa mu lebih dulu, tanpa mau mengusik aktivitasmu. itulah aku, yang memperhatikan sosokmu. hingga minggu pun berganti menjadi bulan.

kala itu 01 oktober 2011, masih ingatkah kamu dengan sepotong kata itu? satu kata yang mampu mengubah segalanya, satu kata yang mampu mengisi tahun itu dengan kebahagiaan-kebahagiaan kecil. satu kata yang mampu menjadikan hari-hariku begitu berwarna. kata "sayang" yg mampir dalam inbox-ku benar-benar membawa kebahagiaan kecil buatku, kau jawab dengan santai dan ringan, lalu kita tertawa, lalu kita bercanda, lalu kita saling berbicara, walau hanya sekedar lewat tulisan, walau hanya melalui jentikan jemari diatas keypad handphone.

sementara aku dan kamu membiarkan semuanya mengalir, entah mengapa selalu ada senyum kecil tiap kali sms-mu nongol di inbox handphoneku. entah mengapa selalu ada kupu-kupu yang menari diperutku setiap kali perhatian sederhana yang kau berikan menghangatkan hari-hariku. kau sempat menjadi sebab senyum dan tawaku setiap harinya.

5 bulan sudah peristiwa itu berlalu, kini aku lanjutkan hidupku. dan kau lanjutkan hidupmu. kita punya jalan masing-masing, kita punya ruang dan waktu masing-masing. kau disana, aku disini. jarak yang tak pernah adil benar-benar tak mampu menyatukan kita.



setidaknya, kau pernah datang ke hidupku dan mengajariku banyak hal. dalam waktu singkat aku mengenalmu, dalam waktu yang lama, aku masih mengingatmu. masih ingatkah kamu dengan lagu pertama yang kamu berikan padaku? sebuah lagu memang mampu menjebloskan seseorang mengingat kembali masa lalunya. lagu yang sama-sama kita sering dengar, lagu yang aku dan kamu dulu juga suka, lagu yang sering ku nyanyikan, sekarang benar-benar menyudutkanku.

seringkali aku masih merindukanmu, padahal kita benar-benar sudah tak saling komunikasi. tapi, itulah sebabmu hadir dalam hidupku, menghasilkan rindu meski pertemuan tak pernah terjadi hingga saat ini. 5 bulan kisah itu ada, 5 bulan pula kita tak pernah saling bertatap mata~