AKU DAN KAMU DIAM. DIAM-DIAM BERBICARA LEWAT MATA.

Sabtu, 11 Mei 2013

Tolong buat aku lupa


jelaskan padaku mengapa semua jadi serumit ini? aku tak tahu jika kamu tiba-tiba memenuhi sudut-sudut terpencil diotakku, hingga memenuhi relung-relung hatiku. semua terjadi begitu cepat, tanpa teori dan banyak basa-basi. aku melihatmu, mengenalmu, lalu mencintaimu. sesedarhana itulah kamu mulai menguasai hari-hariku. kamu jadi penyebab rasa semangatku. kamu menjelma jadi senyum yang tak bisa kujelaskan dengan kata-kata. iya, mungkin, aku jatuh cinta. entah kamu.

semua kulakukan diam-diam begitu rapi. hingga hatimu yang beku tak pernah berhasil cair. semua kusembunyikan. hingga perasaanmu yang tidak peka tetap saja tak peduli pada gerk-gerikku yang jarang tertangkap oleh sorot matamu. aku pandai menyembunyikan banyak hal hingga kau tak memahami yang sebenarnya terjadi.

aku tak bisa melupakanmu.....sungguh! aku selalu ingat caramu mencuri perhatianku. hal-hal sederhana itu seakan-akan sengaja diciptakan untuk tidak dilupakan. tolong buat aku lupa, karena aku tak lagi temukan cara terbaik untuk menghilangkan kamu dari pikiranku.



rasanya menyebalkan jika aku tak mengetahui isi hatimu. kamu sangat sulit kutebak, kamu teka-teki yang punya banyak jawaban, juga banyak tafsiran. aku takut menerjemahkan isyarat-isyarat yang kau tunjukkan padaku. aku takut mengartikan kata-kata manismu yang mungkin saja tak hanya kau katakan untukku. aku takut mempercayai perhatian sederhanamu yang kau perlihatkan secara terselubung. aku takut. aku takut. takut. semakin takut jika perasaan ini bertumbuh ke arah yang tak ku inginkan. tolong hentikan langkahku, jika memang segalanya yang kuduga benar adalah hal yang salah dimatamu. tolong kembalikan aku ke jalanku dulu, sebelum aku menggangu rute jalanmu. 

ketahuilah, aku sedang berusaha melawaan jutaan kamu yang mulai mengepul otakku, seperti asap rokok yang menggantung diudara; kamu seakan-akan nyata. aku tak percaya, ternyata kita bisa melangkah sejauh ini. dan selama ini juga, aku tak pernah berani mengatakan satu hal yang mungkin mengagetkanmu; aku mulai menyukaimu.

-dwitasari-

Sabtu, 20 Oktober 2012

sepertinya aku mencintaimu.

awalnya matamu dan senyummu tak berarti apa-apa bagiku. sapa lembutmu, tutur katamu, bukan menjadi alasan senyumku setiap harinya. semua mengalir begitu saja, kita tertawa bersama, kita menghabiskan waktu bersama, tanpa tahu bahwa cinta diam-diam menyergap dan menyeringai santai dibalik punggungmu dan punggungku. kita saling bercanda, menertawakan diri sendiri, tanpa tahu bahwa rasa itu menelusup tanpa ragu dan mulai mengisi labirin hatiku yang sudah lama tak diisi oleh seseorang yang spesial.

tatapan matamu, mulai menjadi hal yang tak biasa dimataku. caramu mengungkapkan pendapat, tak lagi menjadi hal yang kuhadapi dengan begitu santai, renyah suara tawamu menghipnotis bibirku untuk melengkungkan senyum manis. aku tau semua berubah menjadi begitu indah, sejak pembicaraan yang sederhana menjadi pembicaraan spesial yang begitu menyenangkan bagiku. aku bertanya ragu, inikah kamu yang mampu membuatku melamun sepanjang waktu?

tanpa kusadari, namamu sering kuselipkan dalam baris-baris doa. diam-diam aku senang menulis tentangmu, terseyum tanpa sebab sambil menjentikkan jemariku. tanpa kesengajaan kau hadir dalam mimpiku, memelukku dengan erat dan hangat, sesuatu yang belum tentu kutemukan dalam dunia nyata saat aku terbangun nanti. hari-hariku kini terisi oleh hadirmu, laju otakku kini tak mau berhenti memikirkanmu, aliran darahku menggelembungkan namamu dalam setiap tetes hemoglobinnya. berlebihankah? bukankah makhluk Tuhan selalu bertingkah berlebihan ketika sedang jatuh cinta?

saat menatapmu, ada kata-kata yang sulit keluar dari bibirku. saat mendengar sapa manjamu, tercipta rasa yang begitu lemah untuk kutunjukkan walaupun aku sedang berada bersamamu. aku lumpuh dan bisu, saat menatap matamu apalagi mendengar suaramu. aku membiarkan diriku jatuh dalam rindu yang mengekang dan membuatku sekarat. aku membiarkan diriku tersiksa oleh angan yang kau ciptakan dalam magisnya kehadiranmu. astaga Tuhan, ciptaanMu yang satu ini membuatku pusing tujuh keliling!

sepertinya aku mencintaimu...

pada setiap percakapan kecil yang berubah menjadi perhatian sederhana yang kau perlihatkan padaku.

sepertinya aku mencintaimu...

dengan kebisuan yang kau sampaikan padaku, kita hanya berbicara lewat tatapan mata, kita hanya saling mengungkapkan lewat sentuhan-sentuhan kecil.

sepertinya aku mencintaimu...

karena aku sering merindukanmu, karena aku bahkan tak tau mengapa aku begitu menggilaimu.

sepertinya aku mencintaimu...

kepada kamu, yang masih saja tak mengerti perasaanku.


(karya: dwitasari)

Sabtu, 22 September 2012

suatu saat nanti

Hari terus berganti , memaksaku menjadi seseorang yang lebih dewasa. Tidak terasa tahun depan aku akan menjadi seorang mahasiswa , tapi jiwa dan hatiku masih terbilang lemah. Aku masih ingin bebas seperti sekarang , pelajar SMA yang menyenangkan. Aku masih ingin bersenang senang, belum mau pusing memikirkan hal ini hal itu yang membuatku benci menjadi dewasa. Mungkin sekarang aku belum siap, tapi aku ingin membahagiakan mereka , orangtuaku. Sejak kecil aku diasuh dan dididik agar menjadi orang yang berguna . sesulit apapun , mereka tetap berusaha keras memenuhi kebutuhan dan keinginanku. Sedangkan aku? Terkadang kejam kepada orangtuaku. Meminta yang aku inginkan dengan paksa , pernah membuat mereka kecewa. Dan sekarang aku harus mengganti kesusahan mereka , aku harus membalas kebaikan mereka. Mungkin seluruh isi jagat raya ini belum cukup untuk membayar jasa mereka , tetapi aku akan membayar dengan usahaku . Usaha untuk menjadi orang yang mereka harapkan disuatu saat nanti :-')

Minggu, 26 Agustus 2012

...

Tuhan.
aku bingung.
semuanya tak bisa menopangku.
aku sakit tapi tak berdarah.
aku terluka, Tuhan.
terluka karna mereka.
semua orang yang tak bisa menerimaku.
semua orang yang mencaci maki diriku.
tak bisa mereka rasakan rasanya jadi aku.
tak bisa mereka tau pengorbananku.
aku ingin bahagia disuatu saat nanti.
dimana dunia sudah berpihak padaku.
dan kalian akan menangis dihadapanku seraya berkata "maafkan kami yang pernah menyakitimu dulu"

Minggu, 08 Juli 2012

harapan itu bukan fakta!

aku itu bukan seorang penulis hebat dan terkenal. aku itu bukan orang yang sempurna dan tak pernah bersalah. tapi , bolehkah jika aku masih ingin bercerita tentangmu dengan laptopku? bolehkah aku masih memanggilmu dalam tidurku? dan bolehkah aku tetap menyimpan namamu dalam hatiku?

memang selama ini aku hanya bersembunyi dibalik rasaku sendiri padamu, entah kenapa aku tak berani mengatakan sepatah duapatah kata yang ingin kuberi tau padamu. aku takut , aku takut jika kamu sudah tau , kamu malah tak mau mengenalku.

ingatkah kamu awal perkenalan dan perjumpaan kita? sejuta kata tak mampu aku lukiskan , menatap senyummu adalah kebahagiaan untukku. menyentuh jemarimu adalah getar-getar cintaku. tapi kenapa mulut ini tetap diam? seakan ada lem yang menempel membuat aku tak bisa membuka mulutku untuk mengatakan bahwa ada rasa aneh yg aku rasakan padamu , bahwa ada rasa takut kalau kamu akan meninggalkanku.

aku mohon , tolong percayalah dan yakinlah pada semua ini. aku tak minta banyak hal, aku hanya ingin kau mengatakan rasa yang sama padaku. aku ingin kau berani mengungkapkanya. aku ingin kau bukan sebagai orang yang memberi harapan harapan kosong !! jika aku tau bahwa kebaikanmu selama ini hanyalah sebuah harapan yang tidak pernah usai, kenapa kau tak bunuh saja aku? kenapa kau biarkan aku menderita karna sebab cintamu? lebih baik hatiku mati dari sekarang daripada sakit terlalu lama.


taukah kamu? hatiku sudah sering sakit dari beberapa orang yang berbeda. mereka memaksa aku menahan sakit itu. apa kau mau memkasaku juga untuk merasakannya? apa kau mau aku terlihat menangis dihadapanmu? sebodoh-bodohnya orang yang pernah sakit hati, dia tidak akan mau jatuh lagi. begitupun aku, daripada kamu pelan-pelan membuat hatiku sakit bahkan mati, lebih baik aku pergi , pergi dari hidupmu juga kenanganmu. terimakasih karna kau pernah memberi cinta walau aku tau itu hanya sebuah harapan yang kurasa , bukan fakta.

Minggu, 17 Juni 2012

hilang.

cinta....
kenapa kau tinggalkan aku?
takkan ada cinta seperti dirimu lagi.
saat aku sendiri engkau malah semakin jauh.

cinta.....
kau buat aku terpuruk dalam kesendirianku ini.
mengapa semua ini harus terjadi?
perpisahan ini menghancurkanku.

sayang....
sungguh aku menyayangimu.
merindukanmu membuat aku menangis.
aku begitu ingin kau memelukku untuk yg terakhir kalinya.
tapi kau malah membuat aku menangis.

aku masih sangat menyayangimu..
walaupun aku tau kau takkan pernah perduli.

aku masih merindukanmu..
walaupun aku tau kau terus jauhi aku.

aku takkan sanggup menghapus segala bayangmu.
tapi kini aku relakan kau pergi dariku.
dan aku menangis lagi, karna hatiku terluka dan perih.


setelah kepergianmu, kini hariku menjadi berubah .
hari yang biasa ku jalani dengan kesenangan ,
tlah berubah menjadi keputus asaan.

kegembiraan yg dulu aku rasakan saat memilikimu,
tlah berubah menjadi kesedihan karna kehilanganmu.

mengapa aku harus merasakan semua ini?
mengapa diriku tak pernah bisa melupakanmu?
mengapa hanya dirimu yg slalu ada dalam pikiranku?
mungkin, salahku juga yg telah mencintaimu sepenuh hatiku.
hingga menjadi seperti ini.

kini aku harus bangkit.
melupakan semua tentangmu.
walaupun tak mudah untuk melupakanmu,
aku akan selalu mencoba sebisaku :')

aku tak minta banyak hal, Tuhan.

Tuhan..selamat pagi, atau selamat siang, dan selamat malam. aku tak tahu di surga sedang musim apa, penghujan atau kemaraukah? ataukah musim sekarang sedang turun salju? mungkin, kalau aku sudah cukup dewasa dan sudah bisa menghasilkan uang sendiri, aku akan bisa menyaksikan salju, dengan mata kepalaku sendiri.

aku tau Kamu tak pernah sibuk, aku tau Kamu selalu mendengar isi hatiku meskipun Kamu tak segera memberi pukpuk dibahuku. aku tak perlu curiga padaMu, soal mendengar doaku atau tidak. aku percaya telingaMu selalu tersedia untuk siapapun yang percaya padaMu. aku yakin pelukanMu selalu terbuka bagi siapapun yang lelah pada dunia yang membuatnya menggigil. aku mengerti tanganMu selalu siap menyatukan kembali kepingan-kepingan hati yang telah patah.

masih tentang hal yang sama, Tuhan. aku belum ingin ganti topik. tentang dia. seseorang yang selalu ku perbincangkan sangat lama bersamaMu. seseorang yang selalu kusebut dalam setiap frasa kata ketika aku bercakap panjang denganMu.

aku sudah tahu, perpisahan yang Kau ciptakan adalah sesuatu yang terbaik untukku. aku mengerti kalau Kamu sudah mempersiapkan seseorang yang jauh lebih baik darinya. tapi.... bukan berarti aku harus absen menyebut namanya dalam doaku bukan?

nah... kalau yang ini, aku juga sudah tahu. dia sudah menemukan penggantiku, entah lebih baik atau lebih buruk dariku. atas alasan apapun, aku harus turut bahagia mendengar berita itu, karena ia tak perlu merayakan kesedihannya seperti yang aku lakukan beberapa terakhir ini. seiring mendapatkan penggantiku, ia tak perlu merasa galau ataupun merasa kehilangan. sungguh... aku tak pernah ingin dia merasakan sakit hati seperti yang kurasakan, Tuhan. aku tak pernah tega melihat kecintaanku terluka seperti luka yang belum juga kering didadaku. aku hanya ingin kebahagiaannya terjamin olehMu, tanpaku.

tolong kali ini jangan tertawa, Tuhan. aku tentu saja menangis, dadaku sesak ketika tahu semua berlalu begitu cepat. bukannya ingin berpikiran negatif, tapi ternyata setiap manusia mempunyai topengnya masing masing. ia berganti ganti peran sesukanya. sementara aku belum cukup cerdas untuk mengerti wajah dan kenampakan aslinya. aku hanya melihat segala hal yang ia tunjukkan padaku, tanpa pernah tahu apa yang sebenarnya ada dalam hatinya. aku tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang. bagaimana hubungannya dengan kekasih barunya. aku tak terlalu ingin mengurusi hal itu. karena aku yakin dia pasti bahagia.


pernah terpikir agar aku terkena amnesia dan melupakan segala sakit yang pernah kurasa. agar aku tak pernah merasa kehilangan dan tak perlu menangisi sebuah perpisahan. rasanya hidup tak akan terlalu rumit jika setiap orang mudah melupakan rasa sakit. namun... aku tau kalau hidup tak bisa seperti itu, Tuhan. harus ada rasa sakit supaya kita tau rasa bahagia. semoga Engkau cepat menyembuhkan sakitku ini.

Tuhan , dari semua percakapanku padaMu, aku hanya ingin meminta bahagia. itu saja. cukup.