aku hanya memperhatikanmu dari sudut dunia maya yang tak tersentuh.
aktivitas sehari-harimu ku pantau lewat tulisan bisu yang bernama status
facebook dan twitter. hari berganti minggu, sejak kamu pertama kali
menambahkan aku sebagai temanmu di facebook dan twitter, sudah seminggu
aku memperhatikanmu diam-diam. tanpa berani menyapa mu lebih dulu, tanpa
mau mengusik aktivitasmu. itulah aku, yang memperhatikan sosokmu.
hingga minggu pun berganti menjadi bulan.
kala itu 01
oktober 2011, masih ingatkah kamu dengan sepotong kata itu? satu kata
yang mampu mengubah segalanya, satu kata yang mampu mengisi tahun itu
dengan kebahagiaan-kebahagiaan kecil. satu kata yang mampu menjadikan
hari-hariku begitu berwarna. kata "sayang" yg mampir dalam inbox-ku
benar-benar membawa kebahagiaan kecil buatku, kau jawab dengan santai
dan ringan, lalu kita tertawa, lalu kita bercanda, lalu kita saling
berbicara, walau hanya sekedar lewat tulisan, walau hanya melalui
jentikan jemari diatas keypad handphone.
sementara aku
dan kamu membiarkan semuanya mengalir, entah mengapa selalu ada senyum
kecil tiap kali sms-mu nongol di inbox handphoneku. entah mengapa selalu
ada kupu-kupu yang menari diperutku setiap kali perhatian sederhana
yang kau berikan menghangatkan hari-hariku. kau sempat menjadi sebab
senyum dan tawaku setiap harinya.
5 bulan sudah
peristiwa itu berlalu, kini aku lanjutkan hidupku. dan kau lanjutkan
hidupmu. kita punya jalan masing-masing, kita punya ruang dan waktu
masing-masing. kau disana, aku disini. jarak yang tak pernah adil
benar-benar tak mampu menyatukan kita.
setidaknya, kau
pernah datang ke hidupku dan mengajariku banyak hal. dalam waktu singkat
aku mengenalmu, dalam waktu yang lama, aku masih mengingatmu. masih
ingatkah kamu dengan lagu pertama yang kamu berikan padaku? sebuah lagu
memang mampu menjebloskan seseorang mengingat kembali masa lalunya. lagu
yang sama-sama kita sering dengar, lagu yang aku dan kamu dulu juga
suka, lagu yang sering ku nyanyikan, sekarang benar-benar menyudutkanku.
seringkali
aku masih merindukanmu, padahal kita benar-benar sudah tak saling
komunikasi. tapi, itulah sebabmu hadir dalam hidupku, menghasilkan rindu
meski pertemuan tak pernah terjadi hingga saat ini. 5 bulan kisah itu
ada, 5 bulan pula kita tak pernah saling bertatap mata~