AKU DAN KAMU DIAM. DIAM-DIAM BERBICARA LEWAT MATA.

Senin, 27 Februari 2012

Membunuh Masa Lalu.

mataku sembab, menangisimu
setiap kali mengingatmu
sama saja mengundang air mata membasahi pipiku
perkenalan kita yang indah memang tak seindah akhir ceritanya.

aku masih mengingat semua tentangmu
aku masih menyimpan kenangan itu didalam hati ini 
bahkan aku masih memikirkanmu saat ku tahu kau tak lagi memikirkanku
ingin rasanya aku melupakanmu, membuangmu jauh-jauh dalam pikiranku

semudah itu kau datang
semudah itu kau tinggalkan
semudah itu kau mengendalikan hatiku
semudah itu kau merusak dan mengobrak-abriknya

jangan tanyakan mengapa hingga saat ini aku masih merindukanmu
mengapa dalam rentan waktu tanpamu,
aku merasa perasaanku mati seketika .
aku tak dapat membedakan mana tangis dan mana tawa
mana amarah dan mana cinta
dunia semakin terlihat gelap dimataku

bagaimana aku bisa merasa tersiksa jika ku tahu kau bahagia?
mustahil bagiku, mengosongkan otak kiri dan kananku
agar tak ada lagi kamu yang mengisinya.
sulit bagiku saat harus "membunuh masa lalu"
masa dimana ada kamu.
hanya ada KAMU.

(karya dwitasari)

Jumat, 24 Februari 2012

Cinta Dunia Maya, Tak Butuh Logika.

aku tahu sejak awal bahwa cinta kita langka. cinta yang jatuh sempurna pada titik yang tak diduga. cinta yang tercipta dari setiap karakter tulisan yang terbaca. cinta yang menjelma menjadi nyata dan menggerogoti aku dan kamu (kita).

apakah ini bisa disebut cinta? saat hanya namamu ku eja dalam hatiku, walau sekalipun aku belum pernah memandang matamu. apakah ini disebut cinta? saat aku merindukanmu, walaupun jari kita belum saling menggenggam hingga detik ini. apakah ini bisa disebut cinta? saat aku pernah menangisimu bahwa aku tak mau kehilanganmu.

seberapa pentingkah perjumpaan nyata buatmu? kita beradu pandang seakan tak ada sekat dan jarak waktu. aku hanya bisa mereka-reka, seberapa dalam perasaanmu padaku. aku hanya bisa mengira-ngira, seberapa dalamkah virus yang kita sebut cinta itu menggerogoti hati dan pikiranmu. yang aku tahu, cerita kita ada walaupun begitu langka.

mereka menyatakan perjumpaan nyata itu penting dan harus. mereka bilang dunia maya itu abstrak, semua yang ada didalamnya selalu dipertanyakan kenyataannya. tapi, bukankah cinta itu bisa datang darimana saja? bahkan dari jejaring sosial yang terlihat sepele dan mengenaskan itu.



kita memang tak bisa memungkiri keadaan. ada sekat jarak ratusan kilometer yang membatasi aku dan kamu. ada gemerisik rindu yang berteriak keras jelas dalam hatiku untuk segera menemuimu, merasakan sinar matamu, dan hangat jemarimu saat menggenggam celah-celah jemariku.

walaupun kamu jauh, aku tetap bisa menyentuhmu melalui doa. walaupun kamu jauh, aku tetap bisa merasakan rindu yang begitu hebat mengobrak-abrik isi otakku sehingga bayangmu semakin melebar dan membesar. walaupun kamu jauh, kita tetap dapat melihat bulan yang sama, sayangnya aku dan kamu menatapnya dari tempat yang berbeda.

andai kita dapat berjumpa disuatu hari nanti, akan kuceritakan padamu bahwa cinta tak selalu melalui pandangan mata, cinta tak selalu ada karena perkenalan lama, cinta tak selalu tercipta karena perjumpaan nyata, tapi cinta bisa berada dimana saja. bahkan didunia maya, tempat yang kadang tidak diperlukan logika untuk melogiskannya.

(karya dwitasari)

Rabu, 22 Februari 2012

KAMU

aku hanya memperhatikanmu dari sudut dunia maya yang tak tersentuh. aktivitas sehari-harimu ku pantau lewat tulisan bisu yang bernama status facebook dan twitter. hari berganti minggu, sejak kamu pertama kali menambahkan aku sebagai temanmu di facebook dan twitter, sudah seminggu aku memperhatikanmu diam-diam. tanpa berani menyapa mu lebih dulu, tanpa mau mengusik aktivitasmu. itulah aku, yang memperhatikan sosokmu. hingga minggu pun berganti menjadi bulan.

kala itu 01 oktober 2011, masih ingatkah kamu dengan sepotong kata itu? satu kata yang mampu mengubah segalanya, satu kata yang mampu mengisi tahun itu dengan kebahagiaan-kebahagiaan kecil. satu kata yang mampu menjadikan hari-hariku begitu berwarna. kata "sayang" yg mampir dalam inbox-ku benar-benar membawa kebahagiaan kecil buatku, kau jawab dengan santai dan ringan, lalu kita tertawa, lalu kita bercanda, lalu kita saling berbicara, walau hanya sekedar lewat tulisan, walau hanya melalui jentikan jemari diatas keypad handphone.

sementara aku dan kamu membiarkan semuanya mengalir, entah mengapa selalu ada senyum kecil tiap kali sms-mu nongol di inbox handphoneku. entah mengapa selalu ada kupu-kupu yang menari diperutku setiap kali perhatian sederhana yang kau berikan menghangatkan hari-hariku. kau sempat menjadi sebab senyum dan tawaku setiap harinya.

5 bulan sudah peristiwa itu berlalu, kini aku lanjutkan hidupku. dan kau lanjutkan hidupmu. kita punya jalan masing-masing, kita punya ruang dan waktu masing-masing. kau disana, aku disini. jarak yang tak pernah adil benar-benar tak mampu menyatukan kita.



setidaknya, kau pernah datang ke hidupku dan mengajariku banyak hal. dalam waktu singkat aku mengenalmu, dalam waktu yang lama, aku masih mengingatmu. masih ingatkah kamu dengan lagu pertama yang kamu berikan padaku? sebuah lagu memang mampu menjebloskan seseorang mengingat kembali masa lalunya. lagu yang sama-sama kita sering dengar, lagu yang aku dan kamu dulu juga suka, lagu yang sering ku nyanyikan, sekarang benar-benar menyudutkanku.

seringkali aku masih merindukanmu, padahal kita benar-benar sudah tak saling komunikasi. tapi, itulah sebabmu hadir dalam hidupku, menghasilkan rindu meski pertemuan tak pernah terjadi hingga saat ini. 5 bulan kisah itu ada, 5 bulan pula kita tak pernah saling bertatap mata~