AKU DAN KAMU DIAM. DIAM-DIAM BERBICARA LEWAT MATA.

Rabu, 22 Februari 2012

KAMU

aku hanya memperhatikanmu dari sudut dunia maya yang tak tersentuh. aktivitas sehari-harimu ku pantau lewat tulisan bisu yang bernama status facebook dan twitter. hari berganti minggu, sejak kamu pertama kali menambahkan aku sebagai temanmu di facebook dan twitter, sudah seminggu aku memperhatikanmu diam-diam. tanpa berani menyapa mu lebih dulu, tanpa mau mengusik aktivitasmu. itulah aku, yang memperhatikan sosokmu. hingga minggu pun berganti menjadi bulan.

kala itu 01 oktober 2011, masih ingatkah kamu dengan sepotong kata itu? satu kata yang mampu mengubah segalanya, satu kata yang mampu mengisi tahun itu dengan kebahagiaan-kebahagiaan kecil. satu kata yang mampu menjadikan hari-hariku begitu berwarna. kata "sayang" yg mampir dalam inbox-ku benar-benar membawa kebahagiaan kecil buatku, kau jawab dengan santai dan ringan, lalu kita tertawa, lalu kita bercanda, lalu kita saling berbicara, walau hanya sekedar lewat tulisan, walau hanya melalui jentikan jemari diatas keypad handphone.

sementara aku dan kamu membiarkan semuanya mengalir, entah mengapa selalu ada senyum kecil tiap kali sms-mu nongol di inbox handphoneku. entah mengapa selalu ada kupu-kupu yang menari diperutku setiap kali perhatian sederhana yang kau berikan menghangatkan hari-hariku. kau sempat menjadi sebab senyum dan tawaku setiap harinya.

5 bulan sudah peristiwa itu berlalu, kini aku lanjutkan hidupku. dan kau lanjutkan hidupmu. kita punya jalan masing-masing, kita punya ruang dan waktu masing-masing. kau disana, aku disini. jarak yang tak pernah adil benar-benar tak mampu menyatukan kita.



setidaknya, kau pernah datang ke hidupku dan mengajariku banyak hal. dalam waktu singkat aku mengenalmu, dalam waktu yang lama, aku masih mengingatmu. masih ingatkah kamu dengan lagu pertama yang kamu berikan padaku? sebuah lagu memang mampu menjebloskan seseorang mengingat kembali masa lalunya. lagu yang sama-sama kita sering dengar, lagu yang aku dan kamu dulu juga suka, lagu yang sering ku nyanyikan, sekarang benar-benar menyudutkanku.

seringkali aku masih merindukanmu, padahal kita benar-benar sudah tak saling komunikasi. tapi, itulah sebabmu hadir dalam hidupku, menghasilkan rindu meski pertemuan tak pernah terjadi hingga saat ini. 5 bulan kisah itu ada, 5 bulan pula kita tak pernah saling bertatap mata~