AKU DAN KAMU DIAM. DIAM-DIAM BERBICARA LEWAT MATA.

Jumat, 24 Februari 2012

Cinta Dunia Maya, Tak Butuh Logika.

aku tahu sejak awal bahwa cinta kita langka. cinta yang jatuh sempurna pada titik yang tak diduga. cinta yang tercipta dari setiap karakter tulisan yang terbaca. cinta yang menjelma menjadi nyata dan menggerogoti aku dan kamu (kita).

apakah ini bisa disebut cinta? saat hanya namamu ku eja dalam hatiku, walau sekalipun aku belum pernah memandang matamu. apakah ini disebut cinta? saat aku merindukanmu, walaupun jari kita belum saling menggenggam hingga detik ini. apakah ini bisa disebut cinta? saat aku pernah menangisimu bahwa aku tak mau kehilanganmu.

seberapa pentingkah perjumpaan nyata buatmu? kita beradu pandang seakan tak ada sekat dan jarak waktu. aku hanya bisa mereka-reka, seberapa dalam perasaanmu padaku. aku hanya bisa mengira-ngira, seberapa dalamkah virus yang kita sebut cinta itu menggerogoti hati dan pikiranmu. yang aku tahu, cerita kita ada walaupun begitu langka.

mereka menyatakan perjumpaan nyata itu penting dan harus. mereka bilang dunia maya itu abstrak, semua yang ada didalamnya selalu dipertanyakan kenyataannya. tapi, bukankah cinta itu bisa datang darimana saja? bahkan dari jejaring sosial yang terlihat sepele dan mengenaskan itu.



kita memang tak bisa memungkiri keadaan. ada sekat jarak ratusan kilometer yang membatasi aku dan kamu. ada gemerisik rindu yang berteriak keras jelas dalam hatiku untuk segera menemuimu, merasakan sinar matamu, dan hangat jemarimu saat menggenggam celah-celah jemariku.

walaupun kamu jauh, aku tetap bisa menyentuhmu melalui doa. walaupun kamu jauh, aku tetap bisa merasakan rindu yang begitu hebat mengobrak-abrik isi otakku sehingga bayangmu semakin melebar dan membesar. walaupun kamu jauh, kita tetap dapat melihat bulan yang sama, sayangnya aku dan kamu menatapnya dari tempat yang berbeda.

andai kita dapat berjumpa disuatu hari nanti, akan kuceritakan padamu bahwa cinta tak selalu melalui pandangan mata, cinta tak selalu ada karena perkenalan lama, cinta tak selalu tercipta karena perjumpaan nyata, tapi cinta bisa berada dimana saja. bahkan didunia maya, tempat yang kadang tidak diperlukan logika untuk melogiskannya.

(karya dwitasari)